Cara Mengonversi File XLTm menjadi Gambar EMF

Sheetize menyediakan API sederhana berperforma tinggi yang memungkinkan Anda mengubah templat Excel yang mendukung makro (.xltm) menjadi gambar EMF (Enhanced Metafile) yang tajam. Ini sangat cocok untuk menghasilkan grafik yang dapat diskalakan, menyematkan pratinjau workbook dalam dokumentasi, atau membuat laporan berbasis vektor tanpa mengungkapkan data spreadsheet asli.

Mengapa Menggunakan Sheetize untuk Konversi XLTm‑ke‑EMF?

  • Fidelity penuh – mempertahankan pemformatan sel, diagram, dan gambar tersemat sambil menghasilkan gambar vektor yang dapat diskalakan tanpa kehilangan kualitas.
  • Cepat & dapat diskalakan – dioptimalkan untuk .NET, dapat dijalankan di Windows, macOS, dan Linux.
  • Resolusi dapat disesuaikan – atur DPI atau faktor skala sesuai kebutuhan presisi Anda.
  • Tanpa ketergantungan – tidak memerlukan instalasi Office atau alat eksternal lainnya.

Memulai

Tambahkan paket Sheetize.ImageConverter ke proyek .NET Anda (melalui NuGet) dan panggil metode ImageConverter.Process.

Contoh Kode C#

using Sheetize;

var loadOptions = new LoadOptions
{
    // Path ke file XLTm sumber
    InputFile = @"D:\Templates\InvoiceTemplate.xltm"
};

var saveOptions = new ImageSaveOptions
{
    // File output yang diinginkan – ekstensi EMF memilih format EMF
    OutputFile = @"D:\Images\InvoiceTemplate.emf",

    // Opsional: kontrol resolusi gambar (DPI) – EMF bersifat vektor, tetapi DPI memengaruhi ukuran default
    HorizontalResolution = 300,
    VerticalResolution = 300,

    // Opsional: faktor skala untuk kontrol lebih halus (1.0 = 100%)
    // ScaleFactor = 1.0
};

ImageConverter.Process(loadOptions, saveOptions);

Potongan kode di atas memuat InvoiceTemplate.xltm dan menulis InvoiceTemplate.emf menggunakan resolusi yang ditentukan (beserta faktor skala opsional).

Opsi Kunci untuk Output EMF

  • HorizontalResolution / VerticalResolution – menentukan DPI referensi; nilai yang lebih tinggi menghasilkan ukuran default yang lebih besar sebelum skala diterapkan.
  • ScaleFactor – mengalikan ukuran keseluruhan EMF yang dihasilkan (misalnya, 2.0 menggandakan dimensi).
  • BackgroundColor – atur warna latar belakang jika workbook berisi area transparan.

Praktik Terbaik

  1. Gunakan 300 DPI atau lebih tinggi ketika EMF akan dicetak; DPI lebih rendah cukup untuk pratinjau di layar.
  2. Sesuaikan ScaleFactor jika grafik yang dihasilkan terasa terlalu kecil atau besar di aplikasi target Anda.
  3. Buka EMF yang dihasilkan menggunakan penampil vektor (misalnya, Inkscape atau Penjelajah Windows) untuk memverifikasi semua elemen tampil dengan benar.
 Indonesia